Grow & Bless

Cara Menggunakan Email Marketing untuk Meningkatkan Penjualan Bisnis

Banyak perusahaan sebenarnya sudah punya bahan bakar untuk bertumbuh: database pelanggan, leads dari formulir website, kontak WhatsApp, sampai alamat email dari transaksi sebelumnya. Masalahnya, semua itu sering berhenti sebagai arsip. Tidak berubah menjadi channel penjualan yang konsisten.

Di situlah email marketing sering dipahami dengan salah. Bukan sekadar kirim email promosi ke semua orang, tetapi sistem komunikasi yang relevan berdasarkan kebutuhan pelanggan, posisi mereka di customer journey, dan tindakan yang sudah mereka ambil. Kalau dipakai dengan benar, email marketing membantu pemilik perusahaan melihat jalur yang lebih jelas dari subscriber ke pembelian, dan membantu tim marketing mengoptimalkan kampanye sampai tingkat konversi.

Key Takeaways:

  • Email marketing yang efektif bukan broadcast, melainkan sistem komunikasi berbasis tujuan dan relevansi.
  • Satu kampanye email sebaiknya punya satu tujuan utama supaya evaluasinya jujur.
  • Pertanyaan dasarnya tetap sama: ini dikirim ke siapa, untuk tujuan apa, dan kenapa sekarang?
  • Saat segmentasi, pesan, automation, dan measurement tersambung, database mulai terasa seperti aset.
  • Email marketing tidak bisa sendirian memperbaiki produk yang lemah, tawar yang tidak menarik, atau landing page yang membingungkan.

Mengapa Email Marketing Penting untuk Meningkatkan Penjualan

email marketing

Email marketing masih penting bukan karena semua brand harus kirim email setiap hari, tetapi karena ini salah satu channel yang benar-benar Anda miliki. Anda tidak bergantung penuh pada perubahan algoritma platform lain, dan Anda bisa bangun hubung berulang dengan orang yang sudah pernah menunjukkan minat.

Menurut Statista soal jumlah pengguna email global (2024), jumlah pengguna email di dunia diperkirakan mencapai 4,48 miliar. Angka itu tidak otomatis berarti semua orang akan buka email Anda, tetapi cukup untuk menunjukkan satu hal: email belum mati; yang sering salah justru strategi dan eksekusinya.

Pahami peran email marketing dalam perjalanan pelanggan

Email marketing bekerja paling baik saat Anda paham perannya di setiap tahap customer journey. Tidak semua email harus jual hari ini. Ada email untuk mengenalkan, meyakinkan, mendorong keputusan, dan menjaga hubungan setelah transaksi.

  • Awareness: mengenalkan brand, masalah, atau kategori solusi.
  • Consideration: membantu calon pelanggan membandingkan opsi dan memahami value.
  • Conversion: mendorong tindakan jelas seperti pembelian, booking, demo, atau isi formulir.
  • Retention: menjaga pelanggan tetap aktif dan kembali bertransaksi.
  • Reactivation: menghubungi subscriber pasif agar kembali terlibat.

Pembagian ini penting karena tiap tahap punya target, tingkat intent, dan ukuran sukses yang berbeda. Untuk tim marketing, ini membuat strategi pasar dan strategi funnel terasa lebih masuk akal.

Email marketing bukan sekadar mengirim promosi

Banyak database tidak menghasilkan penjualan bukan karena jumlah kontaknya kecil, tetapi karena semua orang menerima isi email yang sama. Leads dari webinar, pelanggan lama, orang yang baru download katalog, dan pengunjung website yang baru sekali mampir sering diperlakukan seolah kebutuhannya identik.

Dalam audit funnel B2B, pola ini sering muncul: perusahaan rutin kirim email, tingkat buka kadang lumayan, tetapi dampaknya ke penjualan datar. Saat diperiksa, masalahnya sederhana: pesan tidak sesuai konteks penerima. Orang yang masih cari informasi diberi tawar keras, sementara pelanggan aktif malah menerima pengenalan dasar yang tidak relevan.

Tentukan tujuan campaign sebelum memilih jenis email

Sebelum memilih mau kirim promo, newsletter, atau automation, tentukan dulu tujuan kampanye email-nya. Banyak kampanye gagal bukan karena template jelek, tetapi karena satu email diminta melakukan terlalu banyak hal sekaligus.

  • menghasilkan transaksi langsung,
  • memperkenalkan produk atau layan baru,
  • meningkatkan repeat purchase,
  • mengaktifkan kembali pelanggan lama,
  • atau menjaga hubungan sampai pelanggan siap membeli.

Idealnya, satu kampanye punya satu primary conversion goal. Kalau tujuannya pembelian, ukur dari tingkat pembelian. Kalau tujuannya klik ke halaman demo, ukur dari tingkat klik dan langkah setelahnya. Keputusan seperti ini biasanya jauh lebih penting daripada memilih desain email yang rapi.

Cara Membangun Strategi Email Marketing yang Efektif

Strategi email marketing yang efektif selalu dimulai dari kualitas audience, bukan dari volume kirim. Pertanyaan utamanya bukan “platform apa yang paling canggih,” tetapi “siapa yang memang ingin menerima komunikasi ini?”

Bangun database dari audiens yang memang ingin menerima email

Database yang sehat dibangun dengan izin. Bukan dari hasil beli list, bukan dari kontak lama yang asal digabung, dan bukan dari orang yang tidak sadar sedang masuk ke email list.

Sumber subscriber yang lebih sehat biasanya berasal dari formulir website, landing page campaign, transaksi, pendaftaran webinar, download materi, atau lead magnet seperti checklist dan template. Untuk banyak perusahaan, kualitas kontak hampir selalu lebih penting daripada ukuran list. Seribu kontak yang relevan lebih berguna daripada sepuluh ribu alamat email pasif.

Di fase Discovery & Audit, sumber akuisisi seperti ini perlu dipetakan sejak awal. Saat asal subscriber tidak dibedakan, tim sulit membaca kenapa satu audience aktif sementara audience lain diam total.

Gunakan segmentasi agar pesan lebih relevan

Segmentasi bukan cuma membagi database agar terlihat personal. Fungsinya lebih penting: membantu Anda memutuskan kenapa pesan ini dikirim, untuk audience ini, pada waktu ini.

  • riwayat transaksi,
  • frekuensi engagement,
  • halaman atau produk yang pernah dilihat,
  • sumber masuknya subscriber,
  • status pelanggan aktif atau pasif,
  • dan tahap customer journey.

Segmentasi yang bagus harus mengubah keputusan. Kalau data hanya terlihat rapi di spreadsheet tetapi tidak mengubah isi email, tawar, atau timing, segmentasi itu belum banyak membantu.

Sesuaikan pesan dengan tahap pelanggan

Satu produk bisa membutuhkan beberapa urutan email yang berbeda. Subscriber baru butuh orientasi. Pelanggan aktif butuh alasan untuk kembali. Pelanggan lama mungkin butuh reminder yang lebih relevan. Subscriber pasif kadang lebih cocok menerima frekuensi yang lebih ringan.

Contoh sederhana untuk software B2B:

  • subscriber baru menerima pengenalan masalah dan use case,
  • lead yang sudah melihat pricing menerima pembanding value,
  • pelanggan aktif menerima tips penggunaan,
  • dan lead lama menerima re-engagement dengan CTA ringan.

Perubahan paling terasa biasanya bukan setelah “kirim lebih banyak email,” melainkan setelah urutan pesan dipisahkan per audience. Evaluasi jadi lebih jujur, dan kampanye email berikutnya lebih mudah dibaca.

Alur sederhana email marketing

  • Subscriber: baru daftar atau baru memberi kontak → welcome email, pengenalan value
  • Engagement: sudah membuka atau klik konten → educational email, newsletter relevan
  • Purchase: sudah menunjukkan intent tinggi → promotional email, offer email, reminder
  • Repeat Purchase: sudah pernah transaksi → post-purchase, rekomendasi produk, loyalty
  • Reactivation: lama tidak aktif → re-engagement email, win-back offer

Jenis Email Marketing yang Bisa Digunakan untuk Bisnis

Setelah strategi dasarnya jelas, barulah format email menjadi masuk akal. Jenis yang sama bisa berhasil atau gagal tergantung konteks, audience, dan tujuan kampanye email.

Welcome email untuk membangun hubungan sejak awal

Welcome email idealnya dikirim segera setelah seseorang mendaftar. Tujuannya bukan langsung menekan pembelian, tetapi menyiapkan ekspektasi dan memberi alasan kenapa mereka perlu membuka email Anda berikutnya.

Contoh email yang sederhana:

  • jelaskan kenapa mereka menerima email ini,
  • ulangi value utama yang dijanjikan saat mendaftar,
  • beri satu CTA yang ringan,
  • lalu tunjukkan langkah berikutnya.

Untuk banyak brand, ini adalah contoh email marketing yang paling aman untuk dimulai karena konteksnya jelas dan hubungan masih hangat.

Promotional email untuk mendorong transaksi

Promotional email relevan saat ada alasan kuat untuk mengajak penerima bertindak sekarang: penawaran terbatas, stok tertentu, momentum musiman, atau produk yang sesuai dengan perilaku mereka.

Masalahnya, promosi yang terlalu sering cepat kehilangan tenaga. Kalau semua orang menerima diskon yang sama untuk semua produk, audience akan belajar mengabaikannya. Karena itu, kampanye email promosi tetap perlu segmentasi, bukan sekadar jadwal kirim.

Educational email dan newsletter untuk membangun demand

Tidak semua email harus menjual langsung. Educational email dan newsletter berguna saat audience masih perlu memahami masalah, risiko, pilihan solusi, atau cara menggunakan produk dengan lebih baik.

Pada perusahaan B2B dan consulting, pendekatan ini sering lebih efektif daripada hard selling di awal. Topik yang dibuka, diklik, atau diabaikan bisa menjadi sinyal untuk kampanye email berikutnya. Ini juga contoh email marketing yang berguna saat siklus pembelian panjang.

Automated email untuk merespons perilaku pelanggan

Automated email dipakai untuk merespons tindakan tertentu, bukan sekadar memenuhi kalender kirim. Karena ada trigger yang jelas, tingkat relevansinya biasanya lebih tinggi dibanding blast massal.

Contoh automation yang umum:

  • abandoned cart,
  • onboarding setelah daftar,
  • post-purchase follow-up,
  • re-engagement,
  • rekomendasi produk berdasarkan perilaku,
  • atau reminder untuk menyelesaikan langkah tertentu.

Menurut riset Stanford Graduate School of Business tentang personalisasi email (2024), personalisasi tidak otomatis membuat email lebih efektif kalau kontennya miskin nilai. Data perilaku baru berguna kalau isi email membantu penerima mengambil langkah berikutnya.

Cara Membuat Email yang Mendorong Konversi

Di tahap ini, banyak kampanye email gagal bukan karena idenya buruk, melainkan karena subject line tidak nyambung dengan isi email, pesannya terlalu bercabang, atau CTA-nya tidak memberi arah tegas.

Buat subject line yang menjanjikan nilai tanpa clickbait

Subject line adalah pintu masuk. Kalau terlalu generik, orang tidak tertarik buka email. Kalau terlalu sensasional, orang mungkin membuka tetapi kecewa karena isinya tidak sesuai.

  • spesifik lebih baik daripada samar,
  • relevan lebih baik daripada dramatis,
  • dan janji kecil yang ditepati lebih baik daripada janji besar yang kosong.

Contoh yang lebih sehat biasanya menjelaskan manfaat, use case, atau urgensi yang jelas. Bagi marketers, subject line perlu diuji berdasarkan audience, bukan sekadar mana yang terdengar paling keren.

Susun isi email agar pembaca cepat memahami value

Email yang mendorong konversi biasanya punya satu pesan utama. Bukan tiga promo, dua CTA, satu pengumuman, dan satu ajakan follow media sosial dalam ruang yang sama.

Struktur yang paling sering bekerja justru sederhana: pembuka singkat, value utama, supporting copy seperlunya, lalu CTA yang jelas. Satu email, satu primary action. Kalau targetnya booking demo, jangan gabungkan dengan terlalu banyak pilihan lain.

Gunakan personalisasi yang benar-benar relevan

Menyebut nama depan penerima bisa membantu, tetapi itu personalisasi paling dangkal. Yang lebih berpengaruh adalah personalisasi berbasis perilaku, kebutuhan, atau tingkat intent.

Contoh yang lebih relevan:

  • pelanggan kategori A menerima rekomendasi lanjutan yang masuk akal,
  • pengunjung halaman tertentu menerima email yang menjawab keberatan umum,
  • subscriber pasif menerima frekuensi dan CTA yang lebih ringan.

Lakukan A/B testing berdasarkan hipotesis

A/B testing berguna kalau ada pertanyaan yang jelas di belakangnya. Tanpa hipotesis, Anda hanya mengumpulkan variasi, bukan pembelajaran.

Contoh hipotesis yang sehat:

  • subject line yang menyebut use case menghasilkan tingkat buka lebih baik pada warm leads,
  • CTA yang lebih spesifik menaikkan tingkat klik,
  • atau offer free consultation menghasilkan lead yang lebih relevan daripada demo langsung.

Cara Mengukur dan Mengoptimalkan Performa Email Marketing

Banyak tim merasa sudah mengukur karena dashboard mereka penuh angka, padahal yang belum ada adalah hubungan yang jelas antara angka itu dan tujuan bisnis. Optimasi yang matang tidak mengejar satu metric tunggal, tetapi mencari titik di mana calon pelanggan berhenti bergerak.

Pilih metrics berdasarkan tujuan campaign

Metric harus mengikuti objective. Kalau tujuan kampanye email adalah transaksi, fokus utama bukan open rate, melainkan tingkat konversi, revenue contribution, dan kualitas lead atau pembelian yang dihasilkan.

Untuk campaign yang lebih atas funnel, tingkat buka dan tingkat klik masih berguna sebagai sinyal. Menurut Mailchimp tentang benchmark email marketing lintas industri (2024), performa open dan click sangat bervariasi antar sektor. Karena itu, angka mentah tanpa konteks industri, audience, dan kualitas email list sering menyesatkan.

Diagnosis masalah berdasarkan titik funnel

Kalau engagement rendah, lihat dulu relevansi audience, kualitas list, dan subject line. Kalau tingkat buka cukup tetapi tingkat klik rendah, biasanya masalah ada di isi email: value proposition kurang jelas, CTA terlalu lemah, atau pesan utama tenggelam.

Kalau klik tinggi tetapi tingkat konversi rendah, jangan buru-buru menyalahkan email. Sering kali bottleneck ada di landing page, form, checkout, atau pengalaman setelah klik. Email marketing tidak bisa sendirian memperbaiki alur beli yang membingungkan.

Gunakan hasil campaign untuk memperbaiki campaign berikutnya

Satu kampanye yang menghasilkan penjualan belum tentu layak diulang persis sama. Bisa jadi performanya datang dari segmen tertentu, momen tertentu, atau tawar tertentu.

  • apa hipotesis kampanye,
  • siapa audiensnya,
  • apa yang diubah,
  • apa performanya,
  • dan apa keputusan berikutnya.

Di Grow & Bless, dashboard live seperti Looker Studio berguna bukan cuma untuk laporan rapi, tetapi untuk mempercepat pembacaan pola dan keputusan optimasi.

Evaluasi apakah bisnis membutuhkan platform atau solusi email marketing

Tidak semua perusahaan membutuhkan fitur paling lengkap. Pilihan tools harus mengikuti use case, tingkat kompleksitas segmentasi, dan kemampuan tim internal.

Decision framework kebutuhan email marketing

  • Pemula: segmentasi dasar, welcome automation, analytics sederhana
  • Pemilik usaha: segmentasi pelanggan aktif vs pasif, promo dan repeat purchase, fokus ke conversion
  • Marketers: segmentasi perilaku, trigger berbasis tindakan, testing rutin, diagnosis funnel
  • Tim marketing profesional: multi-layer segmentasi, automation lintas lifecycle, attribution dan revenue view

Kesimpulan

Email marketing yang menghasilkan penjualan hampir tidak pernah lahir dari database besar dan jadwal kirim yang disiplin saja. Yang membuatnya efektif adalah urutan yang jelas: tujuan, audience, segmentasi, pesan, automation, testing, measurement, lalu optimization.

Kalau Anda ingin mulai tanpa tenggelam di teori, langkah paling konkret adalah memilih satu segmen, satu tujuan utama, dan satu email yang benar-benar relevan untuk mereka. Dari situ, Anda bisa menilai dengan lebih jujur apakah hambatannya ada di audiens, isi email, tawar, atau pengalaman setelah klik.

Kalau Anda sedang menilai apakah email marketing sudah benar-benar terhubung dengan funnel dan pelaporan perusahaan, Grow & Bless bisa menjadi titik diskusi yang relevan untuk mengevaluasi pendekatannya dengan lebih jernih.

Frequently Asked Questions

Apakah email marketing masih efektif untuk bisnis kecil?

Ya, email marketing masih efektif untuk bisnis kecil kalau list-nya dibangun dengan izin dan pesannya relevan. Justru pada skala kecil, channel ini efisien karena Anda berkomunikasi dengan orang yang sudah pernah menunjukkan minat. Yang perlu dijaga adalah kualitas database, frekuensi kirim, dan kejelasan tujuan tiap kampanye email.

Berapa sering sebaiknya bisnis mengirim email marketing?

Tidak ada angka tunggal yang cocok untuk semua perusahaan. Frekuensi terbaik ditentukan oleh konteks audiens, jenis produk, dan seberapa banyak manfaat yang benar-benar bisa Anda kirim. Kalau setiap email relevan, frekuensi yang lebih sering masih bisa diterima; kalau isinya berulang, kirim mingguan pun bisa terasa mengganggu.

Apa beda email marketing manual dan automated email?

Email manual dikirim berdasarkan keputusan tim pada waktu tertentu, sedangkan automated email berjalan karena ada trigger atau kondisi yang sudah ditetapkan. Manual cocok untuk kampanye email musiman, pengumuman, atau newsletter terjadwal. Automated email lebih kuat untuk respons perilaku seperti welcome series, abandoned cart, atau post-purchase follow-up.

Baca juga: Digital Marketing: Pengertian dan Cara Menggunakannya untuk Meningkatkan Penjualan

Memahami Jenis-Jenis Digital Marketing Lebih Dalam

Berbicara soal website ataupun sosial media, sebenarnya tidak bisa dilepaskan begitu saja dengan digital marketing. Ketiganya saling berkaitan karena bisa menjadi salah satu jalan untuk membuat bisnis yang dipromosikan di web maupun sosmed jadi lebih berkembang.

Misal Anda memiliki produk atau jasa yang ingin dijual, tentu ingin banyak yang beli bukan? Nah salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pemasaran atau marketing. Dan digital marketing itu merupakan salah satu jenis dari pemasaran juga.

jenis-jenis Digital Marketing

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai pengertian, jenis-jenis, dan strategi penerapan dari digital marketing.

Pengertian Digital Marketing

Digital marketing berasal dari dua kata yaitu ‘digital’ dan ‘marketing’ yang artinya pemasaran digital. Atau dapat juga diartikan sebagai sistem pemasaran yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi internet, dalam hal ini bisa berupa website, sosial media, ataupun platform lainnya.

Perkembangan teknologi dan internet yang semakin pesat menjadi salah satu alasan mengapa banyak perusahaan lebih memilih pemasaran digital dibandingkan pemasaran secara konvensional. Saat ini, banyak masyarakat yang lebih suka belanja online sehingga pemasarannya pun juga harus dilakukan secara online.

Baca Juga: Istilah-istilah digital marketing yang perlu kamu tahu

Pengertian Digital Marketing Menurut Para Ahli

Berikut ini definisi pemasaran digital menurut beberapa ahli yang harus Anda ketahui :

Heidrick & Struggles (2009)

Menurut Heidrick dan Struggles, digital marketing memanfaatkan perkembangan dunia digital untuk periklanan yang tidak terlalu digembar-gemborkan namun memilki efek yang sangat besar.

Kleindl dan Burrow (2005)

Menurut Kliendl dam Burrow, arti dari digital marketing adalah proses perencanaan dan pelaksanaan dari konsep, ide, harga, promosi dan distribusi. Atau bisa juga diartikan sebagai pembangunan dan pemeliharaan hubungan yang saling menguntungkan antara konsumen dan produsen.

Ridwan Sanjaya & Josua Tarigan (2009)

Pemasaran digital menurut Ridwan Sanjaya dan Josua Tarigan adalah kegiatan pemasaran menggunakan media seperti website, blog, email, dan berbagai jejaring sosial lainnya. Branding juga termasuk ke dalam pemasaran digital.

Urban (2004:2)

Arti pemasaran digital menurut Urban adalah memanfaatkan teknologi dan internet untuk memperluas dan meningkatkan fungsi marketing tradisional.

Chaffey (2002:14)

Sementara itu, pengertian digital marketing menurut Chaffey adalah penerapan teknologi digital yang membentuk online channel ke pasar (website, surel, database, televisi digital dan melalui berbagai inovasi terbaru lainnya termasuk di dalamnya blog, feed, podcast, dan jejaring sosial) yang memberikan kontribusi terhadap pemasaran.

Purwana dkk (2017)

Purwana dkk mendefinisikan pemasaran digital sebagai aktivitas mempromosikan dan mencari pasar melalui media digital secara online dengan menggunakan berbagai sarana seperti jejaring sosial.

Nadya (2016)

Menurut Nadya, digital marketing adalah pemasaran dengan menerapkan teknologi secara digital. Salah satunya yaitu dengan memanfaatkan internet marketing.

Fungsi Digital Marketing

Berikut ini beberapa fungsi dari pemasaran digital yaitu :

1. Personalisasi

Dari sini, sangat terlihat jelas perbedaan antara pemasaran digital dan pemasaran konvensional. Adanya integrasi digital membuat perusahaan bisa mendapatkan data-data pribadi konsumen.

Misal, dimana tempat tinggalnya, apa yang menjadi kesukaannya, apa latar belakang pendidikannya, dan masih banyak lagi yang lainnya. Data-data ini sangat penting sebagai bahan riset sebelum melakukan strategi yang tepat dalam pemasaran.

Tak hanya itu saja, personalisasi konsumen juga membuat perusahaan bisa memberikan layanan yang lebih intim. Perusahaan pun semakin dekat dengan konsumen dan konsumen pun setia dengan terus menerus membeli produk atau jasa dari perusahaan tersebut.

2. Pelayanan

Perusahaan yang bisa memberikan pelayanan 24 jam tanpa henti membuat kepercayaan konsumen atau klien semakin meningkat. Pemasaran digital menjadi salah satu bentuk pelayanan kepada konsumen yang prima.

3. Privasi

Data-data yang telah didapat perusahaan dari klien wajib dijaga sebaik mungkin. Jangan sampai bocor dan tersebar kemana-mana, dan ini menjadi tanggung jawab perusahaan sepenuhnya.

Jika perusahaan tidak bisa melakukannya, maka konsumen pun jadi tidak percaya sehingga mengakibatkan penurunan omzet yang sangat drastis.

4. Promosi

Ini adalah fungsi utama dari digital marketing. Mempromoasikan produk atau jasa secara digital dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Pemanfaatan teknologi untuk melakukan branding dan promosi dinilai sangat tepat karena bisa menjangkau lebih banyak pelanggan dan juga bisa mendapatkan pelanggan yang lebih tertarget.

Manfaat Digital Marketing

Mengapa perusahaan memakai cara pemasaran seperti ini untuk memperkenalkan produk atau jasa mereka? Jawabannya karena ada banyak sekali benefit yang bisa didapatkan. Apa saja itu? Langsung saja, simak berikut ini berbagai manfaat yang bisa Anda dapatkan apabil melakukan pemasaran digital.

1. Meningkatkan Penjualan

Namanya juga memasarkan, pasti tujuan akhirnya supaya terjadi peningkatan penjualan bukan? Nah, pemasaran digital inilah yang memiliki peranan untuk meningkatkan penjualan bahkan bisa repeat order.

Asal dilakukan degan cara yang tepat, pemasaran melalui internet bisa meningkatkan omzet perusahaan tanpa harus mengeluarkan modal yang sangat besar. Kalau omzet sudah meningkat pesat, kenaikan laba pun bakalan mengikuti.

2. Menjangkau Pasar Secara Online

Misalnya Anda memiliki bisnis jual beli sepatu, tanpa digital marketing membuat sepatu hanya terjual ke wilayah itu-itu saja. Ya paling tidak cuma dalam satu kota saja.

Berbeda halnya jika Anda menerapkan pemasaran digital. Bisnis Anda bisa menjangkau pasar bukan hanya secara offline, melainkan juga secara online. Anda bisa mendapatkan konsumen dari facebook, instagram, twitter, tiktok, google, dan berbagai macam jejaring sosial lainnya.

Justru untuk saat ini, pangsa pasar online lebih banyak karena berubahnya kebiasaan belanja orang. Dahulu mereka tidak masalah jika harus keluar rumah ke toko sepatu untuk beli sepatu, tapi untuk saat ini sudah ada gadget yang bisa membantu mereka membeli sepatu tanpa harus keluar rumah.

3. Mudah Menemukan Konsumen yang Tertarget

Dengan pemasaran digital, Anda bisa menawarkan produk atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Misalnya, calon konsumen A lebih sering mencari HP Samsung di internet, maka Anda bisa menjual HP Samsung ke dia.

Sekarang pertanyaannya adalah, darimanakah saya bisa mengetahui apa yang menjadi kebutuhan konsumen lewat internet? Jawabannya adalah riset kata kunci atau keyword. Riset ini bertujuan supaya Anda mengetahui kata kunci apa sajakah yang biasa dicari oleh pengguna internet, termasuk produk atau jasa yang ingin dibeli.

Salah satu tools yang bisa Anda manfaatkan untuk melakukan riset keyword yaitu GKP atau Google Keyword Planner.

4. Mudah Melakukan Evaluasi

Manfaat digital marketing selanjutnya adalah bisnis bisa dievaluasi dengan mudah berkat bantuan tools-tools yang tersedia di internet. Misal, jika Anda berjualan melalui website maka Anda bisa menggunakan google analytics untuk memantau seberapa banyak orang yang mengunjungi toko online dan melakukan pembelian.

Jika sedikit, maka harus dilakukan perbaikan SEO on page maupun off page sehingga lebih banyak lagi pengunjung datang dan melakukan pembelian. Jika sudah banyak, bisa ditingkatkan lagi agar semakin banyak.

5. Bisnis Terlihat Profesional

Kehadiran bisnis di internet membuatnya terlihat lebih profesional. Coba saja lihat, perusahaan-perusahaan besar setidaknya memiliki dua hal, yaitu website dan akun sosial media untuk memasarkan produk yang dijual.

Keduanya merupakan bagian dari pemasaran digital juga. Nah, kalau bisnis sudah terlihat profesional, maka bisnis pun juga dinilai memiliki kredibiltas tinggi sehingga lebih mudah dalam mencari pelanggan setia.

6. Menghemat Biaya Promosi

Daripada melakukan pemasaran offline, yang mana Anda harus mencetak brosur atau baliho yang tentu saja tidak gratis, lebih baik lakukan pemasaran daring dengan biaya yang bisa ditekan. Bahkan, bisa tanpa modal hanya cukup kuota internet saja.

Jika ingin tanpa modal, promosikan saja bisnis Anda di sosial media atau marketplace. Sementara itu, untuk berbayar Anda bisa memanfaatkan google ads, IG ads, facebook ads yang biayanya bisa Anda atur sendiri sesuai kebutuhan.

Digital Marketing

Jenis Digital Marketing

Digital marketing terbagi lagi menjadi beberapa jenis yaitu :

1. Social Media Marketing

Social media marketing merupakan salah satu jenis digital marketing dengan memanfaatkan akun sosial media seperti facebook, instagram, twitter, maupun yang lainnya. Bahkan pemasaran di media sosial itu bisa tanpa biaya alias 100% gratis.

Berdasarkan data dari Hootsuite, hingga awal Januari 2021 jumlah pengguna media sosial aktif di Indonesia mencapai 170 juta orang. Jumlah tersebut merupakan 61,8% dari total seluruh populasi yang ada.

Data tersebut menjadi bukti bahwasanya sosial media menjadi salah satu tempat terbaik dalam memasarkan produk maupun jasa secara daring.

Baca Juga: Mengenal Profesi sebagai Social media Manager

2. Search Engine Marketing

Selain memanfaatkan sosial media atau sosmed, digital marketing juga bisa diterapkan dengan memanfaatkan search engine atau mesin pencari. Biasanya, yang paling umum digunakan adalah google karena jumlah penggunanya yang paling banyak dibandingkan search engine lainnya seperti bing, yandex, atau duckduckgo.

Apakah search engine marketing ini gratis? Jawabannya tidak. Sebab Anda harus membayar biaya iklan ke google ads atau google adwords supaya bisa menjangkau banyak konsumen. Tapi tak perlu khawatir, biaya iklan ini bisa Anda atur sesuai kebutuhan dan kantong dan bisa dihentikan kapan saja jika Anda sudah tidak membutuhkannya lagi.

Namun, sebelum melakukan promosi dengan cara ini Anda wajib memiliki blog atau website terlebih dahulu. Nantinya, blog atau website inilah yang bakal muncul di peringkat atas google dan calon pembeli Anda bakalan menemukannya. Saat ini cukup banyak layanan jasa google ads untuk membantu anda mendapatkan performa maksimal dari budget anda bila anda merasa bingung dengan berbagai aspek teknisnya.

Baca Juga: SEO Vs SEM. Mana Yang Lebih Baik

3. Search Engine Optimization

Misal tidak cukup modal untuk bayar biaya iklan, maka gunakan saja teknik Search Engine Optimization atau SEO. Search Engine Optimization SEO sangat berguna meningkatkan peringkat website di mesin pencari, meski tidak bisa secara cepat dan instan.

Jika dilakukan dengan tepat, bukan sesuatu mustahil UKM ataupun UMKM yang memiliki web bisa bersaing dengan brand-brand besar di google. Untuk cara melakukan optimasi SEO, Anda bisa membacanya pada artikel yang sudah pernah kami buat ya.

Baca Juga: Lihat Contoh SEO berdasarkan jenis-jenisnya

4. Email Marketing

Jenis digital marketing selanjutnya yaitu email marketing. Cara menerapkannya yaitu Anda mengirimkan email kepada pelanggan berupa produk dan jasa terbaru atau apapun hal yang berhubungan dengan usaha Anda.

Email marketing mungkin tidak cocok bagi semua pelanggan karena dianggap spamming. Untuk meminimalisirnya, jangan kirim surel marketing terlalu sering dan jangan lupa sediakan tombol unsubsribe supaya pelanggan bisa meminta penghentian penerimaan email marketing.

Karena bagaimanapun juga, kenyamanan pelanggan harus menjadi priorias yang utama. Jangan sampai, justru Anda kehilangannya karena dianggap telah melakukan spam yang berlebihan.

5. Video Marketing

Sebenarnya, dibandingkan dengan tulisan video yang dikemas secara menarik lebih membuat tertarik calon konsumen. Maka dari itu, banyak perusahaan yang saat ini mulai menerapkan strategi video marketing baik itu di website, facebook, instagram, twitter, youtube, maupun tiktok.

Harus diakui, pemasaran produk ataupun jasa lewat video lebih menarik perhatian karena dianggap bisa menjelaskan produk dengan lebih mudah dan cepat dipahami. Berbeda halnya dengan content marketing yang dianggap membosankan bagi sebagian orang.

Salah satu alat yang dapat membantu dalam proses ini adalah FlexClip, yang memungkinkan pengguna untuk membuat video menarik dengan mudah.

6. Content Marketing

Maksud dari content dalam hal ini adalah pembuatan konten tulisan. Ya, sejatinya tulisan bisa menjadi senjata ampuh untuk menarik pelanggan asalkan Anda bisa membuat konten yang menarik serta disesuaikan dengan target pasar.

Supaya tulisan yang dihasilkan bisa meningkatkan penjualan, dibutuhkan kemampun copywriting tingkat tinggi. Maka dari itu, umumnya perusahaan memiliki seorang copywriter yang bertugas mempromosikan produk atau layanan mereka dalam bentuk tulisan. Biasanya tulisan bakal dipasang di website, blog, e-book, atau media sosial.

7. Influencer Marketing

Sebenarnya, ini merupakan bagian dari sosial media marketing juga. Hanya saja, tidak memanfaatkan layanan iklan yang tersedia, tetapi memanfaatkan influencer.

Apa itu influencer? Yakni pemilik akun sosmed yang memiliki pengaruh dan pengikut sehingga bisa menarik banyak pengikutnya supaya mau membeli produk yang ditawarkan.

Anda bisa bekerja sama dengan influencer dengan berbagai cara seperti mengadakan giveaway, melakukan lomba, memberikan kode diskon, atau yang lainnya.

Penerapan Strategi Digital Marketing yang Efektif

Strategi dalam memasarkan bisnis secara digital tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Mengingat calon konsumen adalah orang yang memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda-beda. Berikut ini saya sampaikan beberapa langkah dan strategi promosi digital yang dinilai sangat efektif.

1. Dimulai dengan Membuat Website dan Akun Media Sosial

Tahapan pertama, bisnis Anda harus memiliki website terlebih dahulu. Tujuannya tentu saja supaya lebih kredibel dan terlihat profesional. 

Setelah website sudah berhasil dibuat, diikuti dengan membuat akun media sosial dan hubungkan keduanya. Keduanya harus diketahui oleh calon pembeli maupun pelanggan sebagai salah satu bentuk branding.

Baca juga: Bagaimana strategi meningkatkan brand produk

2. Terapkan SEO

Supaya website tersebut banyak pengunjungnya, optimasi gratis yang bisa Anda lakukan adalah dengan menerapkan search engine optimization. Teknik dan cara menerapkan digital marketing yang satu ini sudah pernah dijelaskan sebelumnya.

Bila anda bingung menerapkan SEO untuk website anda, silahkan hubungi kami di Grow&Bless Digital Marketing untuk mendapatkan layanan SEO.

3. Iklan Berbayar

Jika mempunyai dana lebih, tidak ada salahnya untuk membayar iklan supaya menjangkau pembeli secara lebih luas. Anda bisa membayar iklan di facebook, instagram, ataupun google dengan biaya yang bervariasi.

4. Kirim Email Marketing

Mengirim e-marketing merupakan cara membangun kedekatan hubungan dengan pelanggan. Mereka jadi tau apa produk atau jasa baru yang sedang Anda jual. Tapi, jangan kirim dalam jangka waktu yang sering, pelanggan akan merasa terganggu sehingga bakal meninggalkan Anda karena menganggapnya spamming.

Jasa Digital Marketing Grow and Bless

Tidak mau pusing-pusing mikirin cara menerapkan digital marketing? Serahkan saja pada Grow & Bless sebagai jasa digital marketing terbaik di Jakarta dan Indonesia.

Ada beragam layanan digital marketing yang bisa Anda pilih seperti SEO, SEM, dan masih banyak lagi yang lainnya. Grow and Bless siap membantu Anda mendapatkan lebih banyak pembeli.

Sekian pembahasan lengkap mengenai pengertian, kelebihan, manfaat, jenis-jenis, dan juga strategi dalam digital marketing. Silakan diterapkan supaya bisnis yang Anda jalankan bisa terus berkembang dan semakin pesat. 

Get a Consultation WhatsApp