Toko Online Vs Marketplace, Mana yang Terbaik untuk Bisnis?
Di era digital yang serba cepat, gaya hidup manusia pun mengalami transformasi. Salah satu aspek yang paling terasa adalah perubahan dalam cara berbelanja.
Kini, toko online telah menjadi primadona bagi para konsumen yang menginginkan kemudahan, kenyamanan, dan ragam pilihan produk yang tak terbatas.

Key Takeaways
- Walaupun harus mengeluarkan biaya dan tenaga lebih di awal, memiliki toko online memberikan banyak manfaat untuk bisnis, seperti kendali penuh, database pelanggan, dan margin profit yang lebih besar.
- Menggunakan marketplace bisa jadi pilihan yang baik untuk bisnis yang baru memulai. Namun, Kamu perlu memperhatikan faktor seperti persaingan dan batasan yang ditetapkan pihak marketplace dalam menyusun strategi pemasaran.
- Pada akhirnya, Kamu tidak harus memilih salah satu. Banyak bisnis yang menggunakan toko online dan marketplace secara bersamaan. Hal ini kembali lagi ke bagaimana strategi pemasaran yang dibuat agar bisnis tetap profit.
Apa itu Toko Online?
Secara sederhana, toko online adalah etalase virtual yang memungkinkan Kita untuk membeli dan menjual produk melalui internet.
Berbeda dengan toko fisik yang memiliki lokasi permanen, toko online dapat diakses kapan saja dan di mana saja hanya dengan koneksi internet.
Di Indonesia, hampir semua jenis produk dapat ditemukan di toko online, seperti:
- Fashion: pakaian, sepatu, tas, aksesoris, dan perlengkapan fashion lainnya.
- Elektronik: gadget, smartphone, laptop, peralatan rumah tangga, dan perangkat elektronik lainnya.
- Kebutuhan sehari-hari: makanan, minuman, produk kecantikan, obat-obatan, dan beragam kebutuhan rumah tangga lainnya.
- Jasa: jasa desain, jasa travel, jasa kursus, dan berbagai layanan lainnya.
Kelebihan Toko Online
1. Memiliki Kendali Penuh
Memiliki toko online berarti Kamu memiliki kendali penuh atas semua aspek bisnis. Kamu bebas menentukan produk yang ingin dijual, harga, promo, desain toko, dan kebijakan sesuai dengan visi dan misi.
Kamu juga bisa menambahkan fitur-fitur penting, seperti pembayaran, email marketing, dan sebagainya untuk memperkuat strategi pemasaran digital.
Berikut daftar hal yang bisa dioptimalkan bila memiliki toko online:
- Produk & harga: toko online bebas menentukan harga dan produk yang ingin dijual, tanpa batasan kategori atau ketentuan dari pihak lain.
- Promosi: toko online dapat merancang strategi promosi yang sesuai dengan target pasar dan produk tanpa terikat aturan platform lain.
- Desain Toko: toko online memiliki kebebasan dalam mendesain toko online sesuai dengan brand image dan preferensi, sehingga bisnis dapat tampil menonjol dan mudah diingat.
- Kebijakan: toko online dapat mengatur kebijakan sendiri, seperti kebijakan pengembalian barang, penukaran, dan lain sebagainya tanpa terikat pihak ketiga.
2. Margin Profit Lebih Besar
Dibandingkan dengan berjualan di marketplace, memiliki toko online memberikan kita kesempatan untuk mendapatkan margin profit yang lebih besar. Hal ini karena tidak perlu membayar komisi kepada platform marketplace.
Dilansir dari situs resmi di Shopee, mereka mengambil biaya admin mulai dari 1.2% dari penjualan. Untuk Tokopedia mengambil biaya layanan mulai dari 1%.
3. Lebih Mudah Retargeting
Menurut Kami, retargeting merupakan keunggulan utama toko online dibanding marketplace. Dikutip dari artikel forbes.com tentang retargeting, 92% pengunjung yang datang ke website atau toko online belum siap untuk membeli. Di sinilah peran penting retargeting.
Pelanggan yang sudah pernah berinteraksi dengan produk akan lebih mudah untuk dilanjutkan ke tahap pembelian. Dengan toko online, bisnis bisa melakukan retargeting dengan mudah.
Mulai dari email retargeting, iklan tertarget, dan juga kontak langsung via chat atau telepon. Hal ini dapat meningkatkan konversi dan memaksimalkan potensi penjualan.
4. Leluasa dalam Melakukan Branding
Dengan memiliki toko online, bisnis memiliki kebebasan untuk melakukan branding sesuai dengan visi dan misi tanpa adanya batasan dari platform marketplace.
- Membangun Brand Image: bisnis dapat membangun brand image yang kuat dan konsisten dengan mendesain toko online, logo, dan materi marketing sesuai dengan visi dan misi.
- Meningkatkan Brand Awareness: bisnis dapat meningkatkan brand awareness dengan melakukan content marketing, social media marketing, dan search engine optimization (SEO).
- Membangun Kepercayaan Pelanggan: brand image yang kuat dan reputasi yang baik dapat membantu membangun kepercayaan pelanggan dan meningkatkan loyalitas.
5. Tidak Bergantung Pihak Ketiga
Berbeda dengan berjualan di marketplace, memiliki toko online membuat Kita tidak bergantung pada kebijakan dan perubahan algoritma dari pihak ketiga.
- Kebijakan Sendiri: bisnis tidak perlu terikat pada kebijakan dan aturan dari platform marketplace yang mungkin dapat berubah sewaktu-waktu.
- Algoritma Stabil: performa toko online tidak tergantung pada algoritma platform marketplace yang dapat berubah dan memengaruhi traffic serta penjualan.
- Kebebasan Berekspresi: bisnis bebas berekspresi dan menyampaikan pesan brand dengan cara yang diinginkan tanpa batasan dari pihak lain.
6. Dapat Menyasar Pasar Global
Dengan internet yang dapat diakses di mana saja, toko online dapat menyasar pasar global dan menjual produk Kita ke seluruh dunia.
- Pasar Luas: bisnis dapat menjangkau pelanggan dari seluruh dunia, tidak hanya terbatas pada wilayah lokal.
- Peluang Baru: toko online dapat membuka peluang bisnis baru dengan menargetkan pasar yang belum terjamah sebelumnya.
- Meningkatkan Penjualan: dengan menjangkau pasar global, berpotensi untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan secara signifikan.
Kekurangan Toko Online
Meskipun memiliki banyak keuntungan, toko online juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk memulai bisnis online.
1. Investasi Awal yang Cukup Besar
Untuk membuat toko online yang profesional dan menarik bagi pelanggan, Kita perlu mengalokasikan dana untuk pembuatan website, pembelian domain, dan mungkin juga biaya untuk mempekerjakan profesional desain web atau pengembang.
Investasi ini merupakan langkah awal yang penting untuk memastikan bahwa toko online memiliki tampilan dan fungsionalitas yang menarik bagi pelanggan potensial.
2. Butuh Sumber Daya untuk Mengelola
Mengelola toko online membutuhkan waktu dan sumber daya yang cukup, terutama jika bisnis Kita ingin tumbuh dan berkembang.
Dari mengurus inventaris, memproses pesanan, mengatur pengiriman, hingga melayani pelanggan, semuanya memerlukan perhatian dan dedikasi yang besar.
Terlebih lagi, dengan semakin banyaknya pesanan dan pelanggan, kita mungkin perlu mempekerjakan staf tambahan atau menggunakan sistem manajemen inventaris dan pesanan yang canggih untuk membantu mengelola operasi toko online secara efisien.
Baca juga: Internet Marketing: Strategi Jitu Untuk Bisnis di Masa Depan
Toko Online Vs Marketplace
Dirangkum dari artikel niagahoster.co.id tahun 2022, berikut beberapa perbedaan toko online dengan marketplace:
1. Kemudahan Memulai
Memulai toko online membutuhkan waktu dan investasi yang lebih besar karena kita perlu membuat platform sendiri di awal.
Sementara itu, berjualan di marketplace memungkinkan Kita untuk memulai dengan cepat tanpa perlu repot membangun toko online dari nol. Platform marketplace sudah menyediakan infrastruktur yang siap pakai.
2. Modal Awal
Berjualan di marketplace memerlukan modal awal yang lebih rendah karena Kita tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk pembuatan toko online.
Sebaliknya, memulai toko online membutuhkan investasi awal yang lebih besar untuk membuat website, beli domain, dan kebutuhan teknis lainnya.
3. Persaingan Kompetitor
Persaingan di marketplace cenderung lebih ketat karena produk Kita bersaing langsung dengan ribuan penjual lain yang menawarkan produk serupa.
Tidak jarang, calon pembeli yang ingin belanja murah membeli ke kompetitor dengan harga yang lebih rendah walaupun datang dari trafik Kita.
Di toko online, Kita memiliki kendali lebih besar atas strategi pemasaran dan diferensiasi produk, meskipun tetap harus bersaing dengan pesaing lain di pasar online.
4. Margin Keuntungan
Margin keuntungan di toko online biasanya lebih besar karena tidak ada potongan komisi dari marketplace.
Namun, memang untuk toko online baru terkadang kurang dipercaya dibanding marketplace. Salah satu solusinya, bisnis bisa memasukkan link marketplace pada toko online di awal, dan pelan-pelan beralih ke penjualan di toko online.
5. Kemampuan Retargeting
Kemampuan retargeting di toko online lebih fleksibel dan efektif karena Kita memiliki kendali penuh atas data pelanggan. Kita juga dapat melakukan kampanye pemasaran yang disesuaikan dengan preferensi mereka.
Di marketplace, kemampuan retargeting terbatas karena kita tidak memiliki akses langsung ke data pelanggan dan tergantung pada kebijakan platform.
Pilih Mana? Toko Online atau Marketplace

Pada akhirnya, memilih antara toko online atau marketplace tergantung pada kebutuhan dan tujuan bisnis masing-masing. Jika ingin kemudahan dan modal awal yang rendah, berjualan di marketplace bisa menjadi opsi yang baik.
Namun menurut Kami, apabila bisnismu sudah berkembang atau ingin memaksimalkan pemasaran dengan retargeting dan kendali penuh terhadap strategi pemasaran, maka buatlah toko online.
Baca juga: Memahami Strategi Content Marketing Bagi Bisnis
Ingin Buat Toko Online? Grow & Bless Solusinya!
Jika kamu memutuskan untuk memiliki toko online, mulailah sekarang juga! Dengan perkembangan teknologi yang pesat, membuat toko online menjadi lebih mudah dan terjangkau.
Namun kalau Kamu kesulitan atau belum pernah membuat toko online, jangan ragu untuk menghubungi Kami di Grow & Bless. Kami menyediakan jasa pembuatan toko online profesional. Kunjungi website kami